PELATIHAN FASILITATOR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANI BAGI PETUGAS DAN PENYULUH BADAN PENYULUHAN KABUPATEN KUTAI TIMUR
Dalam rangka menumbuhkembangkan kemampuan penyuluh dalam hal kefasilitatoran pemberdayaan masyarakat, sehingga peran-peran pendampingan, pembinaan, serta penyuluhan kepada masyarakat tani dapat dilakukan secara efektif dan efisien, maka Badan Penyuluhan Kabupaten Kutai Timur dan Yayasan Insan Sembada (YIS) menggagas sebuah kerjasama. Berupa kegiatan pelatihan fasilitator (Training of Facilitator) yang diselenggarakan pada tanggal 2-6 Maret 2015 bertempat di Solo, diikuti 20 orang penyuluh dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kutai Timur. Menurut Ir.H.E. Jumairilsyah, MM., selaku Kepala Badan Penyuluhan Kabupaten Kutai Timur menyampaikan harapannya dalam acara pembukaan pelatihan tersebut “Pelatihan kefasilitatoran ini diharapkan mampu untuk meningkatkan kapasitas para penyuluh dalam proses mengorganisasi kelompok masyarakat. Sesuai amanat Undang-Undang, kita harus bisa menjalankan tugas kita sebagai Abdi Negara dengan sebaik-baiknya sebagai seorang Penyuluh ...”. Untuk menjembatani apa yang menjadi harapan Badan Penyuluhan Kabupaten Kutai Timur, maka alur pelatihan ini dirancang agar penyuluh dapat meningkat pemahaman, keterampilan, motivasi, dan sikapnya dalam melaksanakan peran dan tanggungjawabnya sebagai abdi masyarakat tani dan abdi negara, guna mendukung capaian pembangunan di Indonesia, khususnya dalam sektor pertanian.
Pelatihan menggunakan pendekatan orang dewasa atau andragogy, menempatkan peserta sebagai subyek pelatihan, artinya kekayaan variasi konsep baru yang akan diperoleh peserta sangat tergantung pada kedalaman peserta mengungkap dan membahas pengalaman. Peran fasilitator dititikberatkan pada upaya menggali pengalaman peserta, memotivasi keterlibatan peserta, serta referensi terhadap masalah yang dibahas. Sedangkan materi yang diberikan adalah : 1) konsep dasar pemberdayaan masyarakat, 2) peran penyuluh sebagai fasilitator, 3) ketrampilan dasar tentang komunikasi, 4) ketrampilan dasar tentang kepemimpinan, 5) ketrampilan dasar pengorganisasian kelompok tani, 6) ketrampilan dasar pengorganisasian masyarakat tani, 7) ketrampilan dasar media fasilitasi, 8) ketrampilan dasar metode fasilitasi, 9) ketrampilan terintegrasi dalam proses fasilitasi pemberdayaan masyarakat tani, 10) kompetensi kerja sebagai seorang fasilitator yang baik, 11) motivasi kerja sebagai seorang fasilitator yang baik. Penyampaian materi tidak hanya dilakukan in class tetapi ada juga materi out class dengan belajar langsung ke masyarakat, mengunjungi kelompok tani dampingan YIS.
Alumni pelatihan ini mempunyai tanggungjawab besar, semua ketrampilan yang sudah didapat dalam proses pembelajaran di pelatihan ini harus dimengerti dan dihayati, dan nantinya harus mampu menerjemahkan/mengaplikasikan ketrampilan yang sudah didapatkan di wilayah kerjanya masing-masing. Sesuai siklus atau daur program, para penyuluh harus bisa melaksanaan tugas pokok dan fungsi penyuluh pertanian dalam mengidentifikasi (kebutuhan, permasalahan, kekuatan, kelemahan) merencanakan, mengimplementasikan, serta memonitoring dan mengevaluasi (monev) program penyuluhan pertanian, karena mereka ini adalah pionir pembangunan pertanian di Kabupaten Kutai Timur.




