Pelatihan Manajemen Usaha Mikro dan Kecil (UMK)
“Usaha Lancar, Keluarga Berdaya, Masyarakat Sejahtera”
=========================================
Bayat, 30-31 Maret 2015 –Melihat perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan basis kekuatan ekonomi kerakyatan yang cukup tangguh menghadapi krisis. Terbukti pada krisis ekonomi Asia tahun 1997, dimana sektor UMKM kemudian dapat menyerap tenaga kerja ditengah-tengah banyaknya pengangguran akibat bangkrutnya perusahaan- perusahaan besar. Disamping itu juga UMKM dapat menjaga stabilitas ekonomi domestik, karena sifatnya yang mandiri dan tidak menggantungkan diri pada kondisi ekonomi makro. ASSPUK melakukan pendataan yang dilakukan di 11 kabupaten/ kota, diketahui jenis usaha yang paling banyak digeluti Pelaku Usaha Kecil (PUK) adalah dagang sebesar 32%, kemudian diikuti pertanian/perikanan/peternakan sebesar 21%, diikuti produsen produk olahan sebesar 20%, 14% kerajinan, dan 13% di sektor jasa. Jenis usaha yang mendominasi produk unggulan adalah produk olahan yang juga merupakan produk asli daerah. Misalnya, keripik tempe, keripik singkong, keripik ketela, keripik pisang, dsb.
Mengingat hal tersebut maka Yayasan Insan Sembada (YIS) bekerjasama dengan ASSPUK Wilayah Jawa dengan dukungan dari Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Pelatihan Manajemen Usaha Mikro dan Kecil di Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten pada hari Senin-Selasa, 30-31 Maret 2015. Kegiatan ini diikuti 40 pelaku usaha kecil anggota kelompok Barokah Desa Ngerangan dan kelompok Melati Desa Krakitan Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat mengetahui konsep Usaha, Manajemen Produksi dan Keuangan Usaha Mikro Kecil serta mampu melakukan manajemen pemasaran dengan baik sehingga peserta termotivasi untuk mengelola usaha kelompok yang sedang dirintis secara lebih profesional dibandingkan sebelumnya.
Fasilitator dari tim Pendidikan Kemasyarakatan Berperspekstif Gender (PKBG) dari YIS memberikan materi dan melakukan pemutaran film pendek agar peserta termotivasi. Untuk meningkatkan keterampilan manajemen maka peserta juga diajak untuk praktek merencanakan memproduksi suatu barang dari bahan mentah sampai menjadi bahan jadi kemudian dilanjutkan dengan menghitung harga jual dari produk tersebut. Dalam manajemen keuangan usaha, peserta peserta dibagi menjadi kelompok kecil dan melakukan penghitungan untung rugi dari usahanya. Setelah selesai menghitung perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan dikritisi oleh peserta lainnya.




