PENGALAMANKU SELAMA 12 TAHUN SEBAGAI KADER KESEHATAN
Saya bernama Sri Hartini yang dilahirkan di Krajegan RT 01/RW 01 Desa Krajegan Kecamatan Cawas, Kabupaten KLaten, hobby saya berolahraga, membuat kerajinan payet, sulam pita dan manik-manik. Suami saya bernama Sri Wahyono hasil pernikahan ini saya mendapat karunia 2 orang anak : Titus Wahyudi dan Kent Wahyuni keduanya lulus sarjana dan sudah bekerja semuanya. Walaupun hanya lulusan SLTA, saya pernah bekerja di perusahaan besar PT. PAnca NIaga Semarang di bagian umum, sebagai tenaga administrasi sejak tahun 1977 sampai tahun 1984. Tapi saya kemudian mengundurkan diri karena mengikuti suami yang bekerja di Pemerintah Kota Surakarta dan sampai sekarang saya tinggal di Jalan Parkit No. 15, RT 01/RW XII Perumahan Bumi Graha Indah, Jaten, Kabupaten Karanganyar. Usia saya lebih dari setengah abad, dan pengalaman organisasi yang saya ikuti banyak yaitu : 1. Penggita Posyandu RW XII Kelurahan Jaten, Kabupaten Karanganyar, 2. sekretaris PKK Kelurahan Jaten tahun 1995-2002. 3. Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Purwodiningratan Kota Surakarta 2002-2009, 4. Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Mojosongo Kota Surakarta 2009-2011, 5 saya juga sebagai Wakil Ketua KPPS (Kumpulan Perempuan Peduli Sampah) di Perumahan Bumi Graha Indah Kelurahan Jaten.
Saya bergabung dengan YIS (Yayasan Insan Sembada) Solo semenjak menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK di Kelurahan Purwodiningratan pada tahun 2002 sampai sekarang. Saat itu YIS mempunyai program sanmitasi dan pinjaman stimulant modal untuk usaha, dan membentuk TP4MB (Tim Pengelola Program Pengembangan Perkotaan yang Mandiri dan Berkelanjutan) di wilayan Kecamatan Pasar Kliwon dengan sasaran program masyarakat di Kelurahan Sangkrah, Gajahan, dan Baluwarti sedangkan untuk wilayah Kecamatan Jebres meliputi Kelurahan Purwodiningratan, Jebres, Gandekan dan Jagalan. Dari Tim P4MB ini muncul ide untuk membentuk kelompok dampingan, yaitu kelompok kader kesehatan, awalnya ada 40 orang yang tergabung dalam kelompok kader kesehatan, tapi lama-lama berkurang dan sekarang anggotanya tinggal 15 an orang, dikarenakan ada yang pindah tempat tinggal, ada yang telah meninggal, ada juga yang sibuk dengan aktivitasnya. Sebagai kader kesehatan, setiap ada Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) selalu saya hadir untuk memberikan penyuluhan yang ada hubunganya dengan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) selain itu juga memberikan penyuluhan kepada orang lanjut lansia tentang pentingnya menjaga kesehatan. Materi-materi penyuluhan itu antara lain : kepada ibu disarankan bisa memberikan ASI (Air Susu Ibu) kepada anaknya minimal sampai umur 6 bulan, kemudian memberikan makanan tambahan pada umur tersebut, biasakan diri cuci tangan pakai sabun sebelum makan atau sesudah aktivitas. Kita harus bisa mengatasi masalah terjadi di Posyandu, misalnya : kenapa balita atau lansia tidak datang di posyandu, mungkin karena sakit atau diajak pergi orang tuanya, sebagai kader kita harus bertanggungjawab ada berapa yang tidak hadir, berasal dari RT mana, kemudian ada pembagian tugas per RT untuk kita datangi, menanyakan kenapa tidak datang ke posyandu, sudah ditimbang atau belum, kalau belum lakukan penimbangan, terus dicatat hasilnya. Jadi ada sistem jemput bola sebagai upaya mengatasi masalah ketidakhadiran orang tua yang membawa balita atau orang lanjut usia ke posyandu. Sebagai kader kita juga member contoh bagaimana perilaku hidup bersih dan sehat.




