KISAH SEPASANG KAKI TUA
“Bu Mulyani”, begitu sapaan saya sehari-hari, menikah dengan Bapak Warseno dan dikaruniai seorang anak, keseharian saya sebagai ibu rumah tangga dan membuka usaha rental computer. Selain sebagai ibu rumah tangga saya juga anggota Paguyuban Kader Kesehatan Solo yang menjadi dampingan YIS (Yayasan Insan Sembada) aktif dalam kegiatan sosial di Keluarahan Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Saya bergabung sebagai anggota Paguyuban Kader Kesehatan sejak tahun 2002 dan pernah mengikuti pelatihan-pelatihan dan penyuluhan yang diselenggarakan oleh YIS, antara lain: Pelatihan Alat Reproduksi, Pelatihan Kesadaran Lingkungan bagi Kader Kesehatan, Pelatihan Manajemen Organisasi, dengan adanya pendampingan dari YIS setiap bulan menambah bekal kaki ini melangkah lebih tegap untuk terjun langsung ke masyarakat. Banyak status sosial yang saya sandang, konsekuensinya banyak waktu, tenaga, pikiran juga yang menyita untuk mengemban amanah tersebut, seperti kader PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), biar tidak ada demam berdarah di masyarakat, kaki ini rela masuk keluar kamar mandi 100 rumah setiap bulannya untuk memantau jentik-jentik nyamuk.
Dari detik ke menit ke jam kaki ini harus menelusuri jalan menuju rumah ibu hamil, ibu menyusui, untuk mengetahui berapa bayi yang diberi ASI ekslusif dan harus mengetahui pula orang tua bayi sudah KB atau belum. Kalau sudah KB-nya apa, kalau belum harus memberikan penyuluhan kontrasepsi yang aman dan nyaman dipakai. Itu lah tugas sebagai Kader penyuluh KB. Perjalanan masih panjang dari hari ke minggu dari minggu ke bulan. Kaki ini harus melangkah ke rumah balita yang tidak datang ke Posyandu, menanyakan alasannya tidak datang ke Posyandu. Sehingga saya perlu memberikan penyuluhan kepada orang tua balita betapa pentingnya datang ke Posyandu, itulah tugasku sebagai ketua BKB (Bina Keluarga Balita). Mungkin kaki ini tidak pernah berhenti di tengah jalan, kaki ini harus menuju ke rumah balita satu per satu memastikan bahwa dia harus punya jaminan kesehatan, baik itu Askes, PKMS, Jamkesmas atau BPJS. Itulah tugas saya sebagai kader Mitra Informasi Puskesmas. Ternyata perjalanan tidak selalu mulus, karena ada yang belum punya kartu jaminan kesehatan tersebut. Maka saya membantu untuk mencarikan kartu tersebut, itulah tugas saya sebagai Kader PSM (Pekerja Sosial Masyarakat). Karena kaki ini terasa capek maka saya istirahat di suatu tempat bersama-sama dengan 10 pasang kaki yang lain untuk mendiskusikan beberapa hal, itulah tugas saya sebagai Ketua Dawis (Dasa Wisma). Kaki tua tadi ditangannya juga membawa selembar kertas putih bertuliskan mohon datang ke Posyandu Lansia, itulah tugas saya sebagai Humas Posyandu Lansia.
Karena penggilan hati, kaki ini cuma ingin mendapatkan KMS (Kartu Menuju Surga) maka seolah-olah tidak kenal lelah saya harus membungkus hasil perjalanan panjang tadi agar tidak berserakan atau berceceran dan harus dibawa ke Puskesmas itulah tugas saya sebagai sekretaris Posyandu. Inilah kisah nyata dari sepasang kaki tua yang hanya menginginkan kartu menuju Surga buat bekal masa depan di akhirat nanti. Walaupun kaki sudah capek, saya masih menyempatkan donor darah secara rutin setiap 3 bulan sekali, semoga keikhlasan dalam berjuang memberikan pelayanan kepada masyarakat ini dicatat sebagai amal shalih. Aamiin…




