Pelatihan Fasilitator Program Pemberdayaan Masyarakat (PM)
Pengembangan Masyarakat (PM) atau Community Development adalah suatu proses kegiatan dalam program pembangunan. Proses tersebut adalah dalam rangka mewujudkan suatu kondisi masyarakat yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk mengidentifikasi permasalahan, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan, mengendalikan, dan mengembangkan hal yang berkaitan dengan diri dan lingkungannya.
Dalam mewujudkan kondisi seperti di atas bukanlah suatu yang mudah. Kebiasaan masyarakat yang sudah terbiasa dengan pola Top-Down (kebijakan yang telah ditentukan dari pemerintah) menjadi sebuah tantangan sendiri dalam pengembangan masyarakat. Banyak strategi yang telah ditempuh oleh para perancang pengembangan masyarakat (NGO dan Pemerintah), akan tetapi tidak begitu banyak yang efektif mampu mendorong kreativitas masyarakat dalam mengidentifikasi dan mengatasi masalahnya sendiri secara tepat dan berkelanjutan. Padahal, menurut pemahaman kita, apa yang sudah kita lakukan di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat dan pendamping masyarakat sudah melakukan perannya seperti yang diharapkan, namun disadari bahwa hasil yang dicapai belum maksimal, bahkan tidak jarang cenderung gagal.
Untuk mengatasi hal tersebut, ada dua hal paling mendasar yang seharusnya menjadi fokus perhatian, yaitu: Pertama, upaya peningkatan dan pengembangan kemampuan masyarakat menjadi prioritas utama di dalam pembangunan, agar masyarakat mampu melakukan perbaikan dan pembaharuan di wilayahnya yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan setempat. Kedua, upaya peningkatan dan pengembangan kemampuan para pendamping masyarakat sebagai motivator, fasilitator pengembangan masyarakat perlu ditingkatkan, agar mampu berperan sebagai mitra sejajar masyarakat.
Peningkatan Kapasitas Fasilitator WVI ADP Sentani
Permasalahan ini tampaknya sejalan dengan apa yang dirasakan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) Area Development Program (ADP) Sentani dalam melihat adanya kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas pendamping masyarakat dan anggota masyarakat yang didampingi agar memahami dan terampil dalam menganalisa situasi dan kondisi masyarakat. Dengan demikian, pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pendamping masyarakat dalam memahami dan menerapkan proses fasilitasi program-program pengembangan masyarakat secara sistematis dan terukur, sehingga hasilnya bisa maksimal dalam mengupayakan kemandirian masyarakat.
Sebagai upaya peningkatan kapasitas fasilitator lapangan tersebut, WVI ADP Sentani bekerjasama dengan Yayasan Insan Sembada (YIS) menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator Program PM yang dilaksanakan pada 25-29 November 2013 di Hotel Margangsa Solo. Adapun materi pelatihan yang disampaikan, meliputi: Konsep Dasar PM, Fasilitator dan Fasilitasi, Kompetensi dan Ketrampilan Dasar Fasilitator, Ketrampilan Komunikasi, Ketrampilan Analisa Sosial, Ketrampilan Membangun Motivasi, Ketrampilan Pengambilan Keputusan, Ketrampilan Lobby dan Advokasi, Ketrampilan Mengelola Konflik, Ketrampilan Fasilitasi Pertemuan dan Pelatihan, serta Ketrampilan Monev.
Selain materi in class peserta juga mendapatkan materi praktek dengan melakukan kunjungan lapangan ke Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah di Salatiga yang dipimpin oleh Bahrudin. Dipilihnya lokasi praktek lapangan di Qaryah Thayyibah, karena saat ini program yang dijalankan oleh WVI ADP Sentani adalah pendampingan terhadap anak-anak sekolah. Harapannya, akan muncul gagasan dari metode belajar yang membebaskan dari sekolah alternatif Qaryah Thayyibah tersebut yang dapat diterapkan di wilayah dampingan WVI. (DBI)




