"Gerakan An-Najah Green and Clean" Bersama Gapoktan Tani Mulyo Karanglo
Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani)Tani Mulyo Desa Karanglo kembali menerima kunjungan dari SDIT An-Najah Jatinom, Klaten pada hari Rabu (27/11). Kunjungan pertama dilakukan pada bulan Agustus yang diikuti oleh bapak dan ibu guru, sedangkan giliran kali ini yang mendapatkan kesempatan adalah para santri kelas V yang berjumlah 84 anak bersama guru pendamping. Dalam sambutannya, Ustadzah Deni Puji Hartani, S.Pd selaku Ketua panitia menyampaikan maksud dari kegiatan ini yaitu sebagai bentuk pelaksanaan dari rencana tindak lanjut kunjungan sebelumnya.
Tema yang diangkat adalah GAGC (Gerakan An-Najah Green and Clean) yang juga merupakan bentuk komitmen dari seluruh keluarga besar SDIT An-Najah dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan alam. Sedangkan tujuannya adalah untuk mengenalkan secara langsung praktek pertanian organik: budidaya tanaman hortikultura kepada para santrinya. Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Karanglo memberikan sambutan dengan menyampaikan gambaran umum tentang pertanian organik di Desa Karanglo. Sementara itu ketua Gapoktan Tani Mulyo yang sekaligus merupakan figur petani organik sukses di Desa Karanglo menyampaikan bahwa “yen pengen tekan kudu tekun” artinya untuk menjadi orang yang sukses (dalam bertani) haruslah tekun dalam kegiatan budidayanya.
Bertempat di Joglo Tani Dusun Pusur, Desa Karanglo rombongan An-Najah diterima oleh Pengurus Gapoktan beserta pendamping dari YIS. Kegiatan outing class ini dibagi menjadi 2 sessi, pertama adalah presentasi materi dari pendamping YIS. Beberapa materi yang disampaikan adalah pengenalan tentang pertanian organik dan ketahanan pangan di tingkat keluarga, proses budidaya tanaman hortikultura serta penjelasan tentang sampah dan jenisnya. Materi kelas berlangsung sekitar 1,5 jam, termasuk di dalamnya ada sessi diskusi dan tanya jawab. Dalam sessi ini anak-anak tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan dan terlibat aktif dalam proses tanya jawab.
Pada sessi kedua diisi dengan kegiatan praktek, dimana anak-anak dibagi menjadi 4 kelompok dengan dipandu oleh 1 orang pendamping dari YIS. Ada 4 macam kegiatan praktek yang dilakukan oleh masing-masing kelompok yaitu : pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal) dari bahan tempe, pisang, bawang merah dan nanas, praktek pembuatan media tanam dan penyemaian benih, praktek penanaman tanaman hortikultura (cabe dan tomat) serta pembuatan pupuk organik dari bahan sampah rumah tangga. Hasil dari kegiatan praktek menanam hortikultura tersebut kemudian dibawa pulang oleh anak-anak ke rumahnya masing-masing untuk selanjutnya dirawat sampai besar dan menghasilkan buah. (Dewi)




