YIS Lakukan Needs Assessment di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah
Yayasan Insan Sembada (YIS) telah melakukan kegiatan needs assessment bekerjasama dengan PT. BHP Billiton Indonesia dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini merupakan implementasi program Corporate Social Responbility (CSR) dari PT. BHP Billiton Indonesia. Need assessment atau analisis kebutuhan dalam siklus pelaksanaan program merupakan kegiatan yang dilakukan pada tahap awal.
Needs assessment dilaksanakan di 20 Desa yang terdampak oleh operasi proyek IMC (Indomet Coal) PT. BHP Billiton Indonesia, yaitu 7 Desa di Kecamatan Laung Tuhup (Muara Tuhup, Muara Laung 1, Muara Laung 2, Muara Maruwei 1, Muara Maruwei 2, Tawai Haui, dan Pendasiron), 8 Desa di Kecamatan Barito Tuhup Raya (Dirung Serarung, Kohong, Hingan Tokung, Liang Nyaling, Tumbang Masalo, Tumbang Bauh, Batu Tojah dan Tumbang Baloi), 2 Desa di Kecamatan Uut Murung (Tumbang Olong 1 dan Tumbang Olong 2), serta 3 Desa di Kecamatan Seribu Riam (Muara Joloi 1, Muara Joloi 2, dan Parahau). Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh informasi yang lengkap mengenai kondisi yang ada di masyarakat khususnya di bidang ekonomi.
Kegiatan dilaksanakan sekitar 3 bulan dari Maret sampai Mei 2012 dengan 4 kegiatan utama yaitu survey baseline data, pelatihan analisa sosial, PRA (Participatory Rural Appraisal) dan lokakarya. Survey baseline data dilakukan di masing-masing desa teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, pengisian kuesioner, pengamatan dan studi dokumen. Kegiatan pelatihan analisa sosial dilaksanakan di 6 cluster dengan peserta 5-10 orang perwakilan dari setiap desa. Tujuan dari kegiatan ini adalah membuka dan meningkatkan wawasan/pengetahuan masyarakat akan potensi dan permasalahan yang dimiliki setiap desa. PRA dilaksanakan di setiap desa diikuti 20 peserta perwakilan masyarakat yaitu (Pemerintah Desa, BPD, Lembaga Adat, tokoh masyarakat, petani, PKK, karang taruna).
PRA merupakan metode yang digunakan dalam melakukan pengkajian/penilaian/penelitian untuk memahami keadaan desa/wilayah tertentu dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Tujuan dari PRA adalah membangun hubungan baik dengan tokoh dan masyarakat, mengetahui kondisi awal potensi wilayah program, mengidentifikasi kelompok-kelompok masyarakat yang ada di desa program, mengetahui permasalahan dan kebutuhan masyarakat.
Setelah PRA kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya, tujuannya untuk menyediakan sarana triangulasi data-data yang sudah menjadi temuan, dan menyamakan persepsi bersama masyarakat terhadap data-data yang telah diperoleh. Hasil dari need assessment ini adalah laporan baseline data memuat informasi mengenai kondisi di suatu wilayah yang dapat dikembangkan menjadi peta masalah, peta potensi sebagai dasar untuk menyusun sebuah desain program. (DBI)
Oleh: Doni Bagus Iskandar, S.Sos.
Staf Pelaksana Program Local Economic Development (LED) of Murung Raya Distric kerjasama YIS dan PT. BHP Billiton




