Membangun Desa Mandiri Berbasis Pertanian Terpadu
"Bumiku Lestari, Desaku Mandiri, Rakyatku Sejahtera"
( Sebuah catatan kecil program pemberdayaan masyarakat
melalui kegiatan Sosio-Eko-Bisnis pertanian ramah lingkungan,
hasil kerjasama YIS dan PT. Tirta Investama Klaten )
Dalam rangka membantu mengatasi berbagai masalah kemasyarakatan, utamanya dalam bidang sosial ekonomi maka Pemerintah Desa Karanglo bersama dengan YIS mencoba mengembangkan sebuah model pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian, yakni dengan konsep Desa Mandiri Berbasis Pertanian di Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Pemerintah Desa Karanglo bersama-sama dengan YIS akan memfasilitasi para petani untuk meningkatkan ketrampilan dalam rangka pengembangan usaha-usaha pertanian yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Langkah tersebut telah dilakukan, dengan upaya-upaya pendampingan yang terpadu, baik dilakukan oleh Pemerintah Desa, YIS maupun PPL setempat.
Sampai saat ini program kerja Gabungan kelompok tani (Gapoktan) 'Tani Mulyo' telah mencapai tahapan menuju pertanian ramah lingkungan, dengan diterapkannya lahan percontohan (demplot) semi organik, meskipun saat ini baru 2 patok (0,34 Ha). Upaya pengembangan telah ditunjukkan oleh sebagian anggota Gapoktan utamanya pengurus dengan komitmen dan tekad bahwa demplot pertanian ramah lingkungan yang ada harus selalu bertambah. Bahkan direncanakan untuk Bulan September 2009 lahan Pertanian Ramah Lingkungan harus sudah mencapai 1 Ha, begitu juga dari waktu ke waktu Lahan Pertanian Ramah Lingkungan akan selalu bertambah.
Konsep Desa Mandiri berbasis Pertanian yang akan diterapkan di Desa Karanglo tidak terlepas dari keinginan petani untuk memangkas ketergantungan pada pupuk pabrik, yakni dengan memperbanyak penggunaan pupuk organik yang nantinya akan dibuat/diproduksi oleh Masyarakat Desa Karanglo sendiri. Dengan memproduksi kompos yang digunakan untuk usaha pertanian maka akan banyak keuntungan yang didapat, selain keuntungan materi dari hasil penjualan produk pupuk organik, ada keuntungan ikutan yang bisa diperoleh, yakni memberikan lapangan pekerjaan bagi keluarga miskin yang berdampak pada berkurangnya jumlah pengangguran yang ada di desa Karanglo. Dari jumlah penduduk 2.434 orang, 1.350 orang di antaranya merupakan usia produktif, dan 288 orang di antaranya tidak memiliki pekerjaan (pengangguran).
Dari olahan data monografi desa dapat disampaikan bahwa potensi pengembangan pupuk organik di Desa Karanglo cukup besar. Hal ini bisa dilihat dari jumlah bahan-bahan organik yang tersedia di desa cukup besar. Bahan organik dari kotoran ternak dalam 1 hari mampu menghasilkan 1 ton pupuk organik, sementara untuk sampah organik (sampah rumah tangga, sampah pasar dan jerami) dalam 1 hari mampu menghasilkan 8 ton pupuk organik. Dengan adanya produksi pupuk organik, sebagian keuntungan yang didapat akan digunakan untuk membantu keluarga Pra Sejahtera (Keluarga Miskin) yang pada umumnya juga merupakan keluarga Buruh Tani (Petani Penggarap)
Disadari bahwa untuk dapat melaksanakan proses pengembangan Desa Mandiri Berbasis Pertanian di Desa karanglo adalah bukan hal yang mudah. Banyak permasalahan-permasalahan yang harus dihadapi untuk melaksanakan dan menerapkan program tersebut di masyarakat Desa Karanglo. Dalam menyikapi kondisi seperti itu tentunya input-input terkait dengan pengembangan program harus senantiasa difasilitasi. Misalnya pendalaman konsep pertanian ramah lingkungan, penyamaan visi pertanian ramah lingkungan hingga pada kegiatan-kegiatan praktis dalam rangka pengembangan SDM petani seperti pelatihan, pendampingan hingga kegiatan-kegiatan aksi dan pengembangannya.
Program yang sedang dikembangkan ini pun, telah diabadikan dalam acara Oasis Metro TV edisi Kamis, 11 Maret 2010 dengan judul "Berbuat Untuk Bumi". Lihat videonya di sini




