Program Pengembangan Institusi Lokal
Konsep pembangunan yang cenderung memanipulasi partisipasi masyarakat yang dikembangkan selama ini secara sistematis telah menutup saluran-saluran partisipasi yang pada gilirannya menempatkan masyarakat pada posisi marjinal dan memiliki sifat ketergantungan yang tinggi. Marjinalisasi masyarakat seperti yang terjadi merupakan sisi diametral yang sangat merugikan. Hal ini tentunya akan menghambat terbentuknya masyarakat madani, yaitu masyarakat sipil yang demokratis di mana kedaulatan atas negara sepenuhnya ditangan rakyat. Oleh karenanya diperlukan gerakan transformasi untuk mengubah ketimpangan struktur yang memungkinkan masyarakat berperan optimal dalam seluruh tahapan proses pembangunan secara mandiri.
Proses transformasi yang sangat mungkin adalah dengan melibatkan organisasi/institusi yang ada di tingkat masyarakat. Namun pada kenyataannya kondisi yang ada sekarang ini institusi-institusi yang ada ditingkat masyarakat belum mampu berfungsi secara optimal sebagai motor penggerak menuju perubahan tersebut. Masih banyak institusi masyarakat yang masih harus berbenah diri untuk dapat terlibat secara optimal dalam proses pembangunan. Pembenahan diri di kalangan institusi-institusi masyarakat ini menjadi sangat vital terkait dengan berlakunya otonomi daerah di mana potensi-potensi daerah mulai ditangani sendiri oleh daerah.
Menyadari kenyataan tersebut YIS mengembangkan program guna meningkatkan kapabilitas lembaga-lembaga masyarakat tersebut dengan nama “Program Penguatan Institusi Lokal”. Dengan adanya penguatan ini diharapkan institusi-institusi lokal yang ada di masyarakat lebih mampu berperan dalam pembangunan masyarakat dan berkesinambungan melalui penyusunan dan pengembangan sistem pengelolaan organisasi, penyususnan dan pengembangan sistem pengelolaan program yang terarah, terpadu serta berorientasi ke depan yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masing-masing wilayah programnya.
Program Penguatan Institusi Lokal bertujuan untuk menciptakan kemandirian masyarakat melalui penguatan institusi lokal sebagai katalis pembangunan di wilayahnya masing-masing. Program ini telah dilakukan bekerjasama dengan LSM lokal di berbagai daerah di Indonesia seperti di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTT dan Papua.
Belum ada artikel




