Sekapur Sirih Perjalanan YIS
Awal tahun tujuh puluhan, pada saat itu mulai muncul berbagai fenomena yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, di antaranya konsentrasi kekayaan dan modal oleh kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Pada kenyataaanya dengan konsentrasi kekayaan dan modal pada kelompok tertentu hanya menguntungkan kelompok tersebut, sementara jumlah masyarakat miskin semakin hari semakin besar. Fenomena lain yang muncul pada era tujuh puluhan adalah semakin kuat dan mengakarnya jaringan birokrasi yang berkaitan dengan pelayanan sosial oleh pemerintah, di antaranya adalah sistem pelayanan kesehatan yang diterima oleh masyarakat. Dengan sistem birokrasi sebagaimana yang berlaku sistem pelayanan kesehatan menjadi sangat kuratif dan birokratis. Fenomena ini mengondisikan masyarakat benar-benar dalam peran yang sangat lemah, karena mereka tidak mempunyai akses terhadap pelayanan sosial yang semestinya menjadi tanggung jawab pemerintah.
YIS (Yayasan Insan Sembada) sebelumnya dikenal dengan Yayasan Indonesia Sejahtera adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang membaktikan diri pada upaya-upaya peningkatan taraf hidup masyarakat melalui pengembangan berbagai strategi pemberdayaan masyarakat dengan penekanan pada partisipasi masyarakat itu sendiri. Didirikan pada tanggal 20 Februari 1974 di Jakarta oleh beberapa dokter muda (dr. Lukas Hendrata [alm], dr. Muki Reksoprodjo, Dr. Haryono Suyono dan dr. Sri Joedaningsih), YIS pada awalnya bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan. Seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dampingan, YIS saat ini melakukan berbagai kegiatan terkait kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, pengembangan ekonomi rakyat, pertanian ramah lingkungan, pengembangan institusi lokal, manajemen konflik dan pembangunan perdamaian.
Didorong keinginan untuk lebih dekat dalam melayani masyarakat akar rumput, pada tahun 2009 organisasi mengubah nama menjadi Yayasan Insan Sembada dengan singkatan yang sama yakni YIS. Nama tersebut mengandung arti untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (insan) dampingan yang sebagian besar merupakan masyarakat kurang beruntung (akar rumput) agar memiliki kapabilitas dan keswadayaan (sembada) secara mandiri dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik sehari-hari. Pada tataran yang lebih tinggi, peningkatan kapasitas juga dilakukan kepada para mitra yang menjadi pelaksana program atau pendamping masyarakat. Adapun cita-cita luhur menuju “Indonesia yang sejahtera” tetap menjadi visi dan semangat dalam melaksanakan program dan kegiatan dengan cakupan wilayah yang lebih luas.
Belum ada artikel




