Jaringan Kerja Universitas
Yayasan Universitas Diponegoro berdiri tahun 1959 memiliki Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Fakultas Teknik. Kenyataan ini mendorong hasrat untuk mendirikan Fakultas Kedokteran. Dalam rapat gabungan Yayasan Universitas Semarang/Diponegoro dengan Pengurus Senat Universitas Diponegoro pada tanggal 10 Juni 1960, atas dorongan dr. R. Atmadi Wreksoatmodjo, diputuskan untuk mendirikan Fakultas Kedokteran. Maka, dibentuklah Panitia Pendirian yang diketuai oleh Suyono Atmo, dengan sekretaris Sri Widojati Notoprodjo, SH. Dibentuk pula Panitia Teknis yang diketuai Kolonel dr. R. Soehardi, sekretaris dr. Heyder bin Heyder, dengan anggota terdiri atas dr. R. Kolonel, dr. A. Soerojo, dr. R. Marsaid S. Sastrodihardjo, dr. Tjiam Tjwan Hok dan dr. R. Soedjati.
Pada tanggal 29 Maret 1961, dr. Heyder bin Heyder dan dr. Soerarjo Darsono menemui Prof. Soedjono Djoened Poesponegoro, Dekan Universitas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta, untuk meminta saran dan bantuan sehubungan dengan persiapan berdirinya Fakultas Kedokteran di Semarang. Prof. Soedjono dapat memahami keingingan panitia maupun masyarakat setempat dan menyetujuinya, bahkan ber-sedia memberikan bantuan tenaga dosen Universitas Indonesia (dapat dilaksanakan pada tahun 1963).
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No. 3 tahun 1961 tertanggal 12 September 1961 Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro resmi berdiri sejak tanggal 1 Oktober 1961, dan merupakan fakultas kelima di lingkungan Universitas Diponegoro. FK diresmikan oleh Wakil Menteri PTIP pada Peringatan Dies Natalis Pertama Universitas Diponegoro tanggal 30 September 1961 di Gedung Balai Kota Semarang. Pendidikan dimulai dengan pendidikan dokter tingkat atas, yaitu tingkat Doctorandus Medicine, yang berasal dari FK UGM. Dipelopori oleh 6 orang Doctorandus Medicine pada tahun 1961, kemudian jumlah ini meningkat menjadi 30 orang pada tahun 1962.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta (FISIP-UNS) berdiri pada tahun 1976, bersamaan dengan diresmikan berdirinya Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret yang dikukuhkan dengan Keputusan Presiden RI Nomor : 10 Tahun 1976. FISIP-UNS termasuk salah satu diantara sembilan Fakultas di lingkungan UNS.
Pada saat berdiri nama FISIP-UNS adalah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dan memiliki dua jurusan, yaitu Jurusan Administrasi Negara dan Jurusan Publisistik. Baru pada tahun 1982, berdasarkan SK Presiden RI Nomor : 55 Tahun 1982 tentang ?Susunan Organisasi Universitas Sebelas Maret?, nama Fakultas dirubah menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret (FISIP-UNS). Kemudian berdasarkan SK Mendikbud RI Nomor : 017/0/1983, tertanggal 14 Maret 1983 nama Jurusan juga berubah, menjadi Jurusan Ilmu Administrasi dan Jurusan Ilmu Komunikasi.
Berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan R.I (SK Dirjen Dikti Depdikbud) Nomor : 27/Dikti/Kep./1986 tanggal 29 Mei 1986, di FISIP-UNS dibentuk Program Studi Sosiologi yang mengawali programnya pada semester Juli-Desember 1986. Terakhir dengan SK Dirjen Dikti Nomor : 66/Dikti/Kep./1998, tanggal 2 Maret 1998 Program Studi Sosiologi menjadi Jurusan Sosiologi yang merupakan Program Sarjana (S1) dan berada dibawah Dekan. Kemudian Jenis dan jumlah Prodi di setiap Jurusan pada Fakultas-Fakultas di lingkungan UNS juga ditata/dibakukan berdasarkan SK Dirjen Dikti Depdikbud R.I. Nomor : 222/Dikti/Kep./1996 tentang ?Program Studi pada Program Sarjana di Lingkungan Universitas Sebelas Maret. Prodi untuk Jurusan Ilmu Administrasi dan Jurusan Ilmu Komunikasi masing-masing adalah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi.
Laboratory of Urban Crisis and Community Development (Lab. UCYD) atau Laboratorium Krisis Perkotaan dan Pembangunan Komunitas, dibentuk sebagai wujud dari rasa kepedulian Dosen dan Mahasiswa peminat studi Sosiologi Perkotaan terhadap perkembangan kota Surakarta yang telah menjadi korban anarkisme dan kekerasan massa. Dalam keadaan ini, maka diperlukan lembaga yang secara sistematis dan terus menerus melakukan kajian dan uji coba-uji coba inovatif dalam membangun lembaga dan mekanisme sosial yang mampu menghidupkan dan mempertahankan integrasi dan solidaritas sosial secara berkelanjutan, dengan dasar misi inilah Lab. UCYD didirikan.
Sejak didirikan 21 Agustus 2001, Lab. UCYD telah menetapkan visi sebagai lembaga yang akan menjadi lembaga pendukung kegiatan akademik dan lembaga aktualisasi karya serta keahlian intelektual anggotanya. Sebagai lembaga pendukung akademik, Lab. UCYD melakukan aktivitas aktif di dalam kampus, sedangkan sebagai Lembaga aktualisasi, Lab. UCYD melakukan aktivitas aktif di tengah-tengah masyarakat di luar kampus.
Sebagai lembaga pendukung kegiatan Akademik, Lab. UCYD mengembangkan diri sebagai Laboratorium Perkuliahan Sosiologi Perkotaan di Jurusan Sosiologi FISIP UNS. Dalam Laboratorium ini kegiatan didukung oleh Dosen dan Mahasiswa yang bertindak secara sukarela (Voluntaris Commitment). Kegiatan yang termasuk dalam laboratorium ini mencakup kegiatan penyiapan bahan perkuliahan, dukungan terhadap praktek-praktek kajian lapangan, seminar dan lokakarya, pengembangan perpustakaan, pengembangan database dan sistem informasi perkotaan.
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merupakan satu dari 170 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan satu di antara lebih kurang 2000-an Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia. Amal usaha bidang pendidikan ini bertekad mewujudkan kampus sebagai "Wacana Keilmuan dan Keislaman" yakni mampu menumbuhkan budaya islami yang menguasai ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dilandasi nilai-nilai keislaman sesuai manhaj Muhammadiyah. Kepada segenap sivitas akademikanya senantiasa ditanamkan sikap kerja keras, jujur, ikhlas, sabar, berintegritas tinggi, pemikiran positif, rasional obyektif, adil dan berhati bersih sebagai landasan moral pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan ilmu-ilmu keislaman, menyongsong era globalisasi.
Fakultas Ekonomi yang mulai dibuka pada tahun 1980 hingga tahun akademik 2006/2007 telah mempunyai 3 Program Studi atau jurusan yang ketiga-tiganya telah terakreditasi dengan jumlah mahasiswa aktif lebih dari 4000 mahasiswa di semua tingkat ini menunjukkan bahwa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta masih diminati oleh masyarakat.
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di Salatiga didirikan tahun 1956 sebagai Perguruan Tinggi Pendidikan Guru Kristen Indonesia (PTPGKI). Pada tahun 1959 diresmikan menjadi Universitas Kristen Satya Wacana. Diselenggarakan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana, dan didukung oleh 18 Sinode Gereja di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
UKSW telah diakreditasi sebagai salah satu universitas swasta terkemuka di Indonesia. Saat ini UKSW terdiri dari : 14 Fakultas yang terdiri dari 29 Program Studi, 8 Program Magister, 2 Program Doktor dan 7 Program Profesional Diploma III.
Fakultas Hukum UNIBA Surakarta
UNIBA Surakarta didirikan pada tanggal 30 Juli 1983 oleh Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik. Berawal dari Universitas Islam Kyai Mojo Surakarta dan ini merupakan pengembangan dari Akademi Akuntansi dan Manajemen Batik Surakarta. Ketika itu universitas ini hanya memiliki tiga fakultas: Hukum, Ekonomi, dan Pertanian. Pada 28 Maret 1989, Universitas Islam Kyai Mojo diganti menjadi Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta. Adapun Program Studi yang ditawarkan adalah Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Pertanian.
Belum ada artikel




