Jaringan Kerja Internasional
The Asia South Pacific Association for Basic & Adult Education (ASPBAE) adalah asosiasi regional lebih dari 200 organisasi anggota di 30 negara yang didirikan pada tahun 1964. ASPBAE berkomitmen untuk membangun jaringan Asia-Pasifik Selatan yang didedikasikan untuk memajukan akses pendidikan yang berkeadilan, relevan, berkualitas, memberdayakan, serta memberikan kesempatan belajar yang sama bagi semua orang, terutama masyarakat yang terpinggirkan.
ASPBAE bekerja pada isu-isu tematik pendidikan dan pembelajaran dalam kerangka keadilan gender serta hak perspektif dalam wacana tentang pemberantasan kemiskinan. Adapun tiga fokus kerjanya, yaitu:
1) Kebijakan riset dan advokasi
2) Membangun kemitraan strategis dan kolaborasi
3) Peningkatan kapasitas dan pengembangan kepemimpinan
The Asian Alliance of Appropriate Practitioners (Approtech Asia) adalah jaringan regional dari institusi dan individu di sebelas negara (Bangladesh, India, Indonesia, Malaysia, Nepal, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam). Tujuannya adalah promosi dan transfer teknologi yang tepat guna untuk kepentingan masyarakat miskin pedesaan di negara-negara tersebut.
Jaringan ini menyelenggarakan berbagai macam kegiatan, di antaranya: seminar, lokakarya, konferensi, dan program pertukaran regional untuk efek pengalihan teknologi di antara anggota dan organisasi lainnya. Selain itu, jaringan ini juga berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk memfasilitasi pertukaran informasi di antara kelompok yang terlibat dalam masalah-masalah teknologi tepat guna.
The Microcredit Summit adalah sebuah organisasi nirlaba Amerika yang didirikan sebagai upaya untuk memertemukan praktisi kredit mikro, advokat, lembaga pendidikan, lembaga donor, lembaga keuangan internasional, organisasi non-pemerintah dan pihak-pihak lain yang fokus dalam keuangan mikro. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi kemiskinan di dunia melalui pengembangan di sektor keuangan mikro.
Microcredit Summit yang pertama diselenggarakan pada 2-4 Februari 1997 di Washington DC. Pertemuan pertama tersebut dihadiri sekitar 3.000 peserta yang berasal dari 137 negara dengan Hillary Clinton sebagai key note speaker-nya. Hasilnya adalah peluncuran sebuah "kampanye" untuk mencapai 100 juta keluarga termiskin di dunia, terutama para wanita rumah tangga, serta kredit untuk wirausaha dan jasa keuangan di tahun 2005.
Pada bulan Januari 2009, berdasarkan Campaign Report 2009 (SOCR), diinformasikan bahwa lebih dari 100 juta keluarga termiskin di dunia telah menerima pinjaman kredit mikro dari program tersebut.
ACTION-Asia adalah struktur kontinental di kawasan Asia-Pasifik yang didukung oleh ACTION-Global, ACTION-Amerika, ACTION-Eropa dan Timur Tengah, dan Coalition for Peace in Africa (COPA). Jaringan ACTION-Asia dibentuk pada bulan Maret 2000 melalui inisiatif dari enam anggota kelompok inti dari Afghanistan, Australia, Bangladesh, Kamboja, Filipina, dan Sri Lanka. Selama hampir sepuluh tahun, ACTION-Asia memiliki lebih dari 300 anggota dari 17 negara di kawasan Asia-Pasifik.
Jaringan ini diarahkan oleh ACTION-Asia Leadership Forum yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Leadership Forum beranggotakan individu-individu yang berperan sebagai konsultan/fasilitator untuk ACTION-Asia atau mereka yang memiliki komitmen untuk memperkuat relasi dalam jaringan dan pembangunan perdamaian untuk masyarakat luas.
ACTION-Asia menyatukan praktisi, peneliti, akademisi di bidang transformasi konflik dan pembangunan perdamaian di kawasan Asia-Pasifik dalam rangka memberikan dukungan yang berkelanjutan, tindak lanjut pelatihan, dan untuk lebih mengkontekstualisasikan pembelajaran dan pengetahuan dalam bidang tersebut. ACTION-Asia juga menyediakan forum yang aman untuk bertukar informasi dan pengalaman, melintasi batas-batas kontekstual dalam rangka mengembangkan teori dan aplikasi pembangunan perdamaian serta transformasi konflik.
Asian Health Institute (AHI) adalah sebuah aksi bersama masyarakat di Asia untuk memperjuangkan peningkatan kualitas kesehatan. Kesehatan yang baik adalah hak dasar semua orang, tetapi untuk mencapainya merupakan masalah yang rumit. Jutaan orang di Asia harus menderita karena sistem perawatan kesehatan tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka. Tenaga medis yang terlatih dan berkualitas berada di luar jangkauan kebanyakan masyarakat pada umumnya terkait dengan pembiayaannya.
Bagi masyarakat miskin di Asia, globalisasi ekonomi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir semakin membuat hidup mereka lebih terpuruk. Komersialisasi pelayanan kesehatan telah merubah kebutuhan dasar ini menjadi komoditas pasar.
Realitasnya, sebagian besar "penyakit kemiskinan" bisa disembuhkan atau dicegah melalui perawatan kesehatan sederhana dan kondisi kehidupan yang layak. Dengan bekerja bersama melalui sebuah organisasi masyarakat yang mandiri, masyarakat yang terpinggirkan dapat mengambil alih dan mengatasi masalah mereka sendiri. Tidak lagi bergantung pada ahli dan pendanaan dari, serta dapat melakukan advokasi untuk perubahan kelembagaan yang mereka butuhkan dalam memperjuangkan kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.
Asian Rural Institute (IRA) adalah tempat pelatihan internasional bagi pemimpin akar rumput pedesaan. Berlokasi di negara Jepang bagian Utara didirikan pada tahun 1973 oleh Rev. Dr. Toshihiro Takami. Tujuan program ini adalah untuk memfasilitasi dan melatih para pemimpin lokal akar rumput agar lebih efektif dalam melayani komunitasnya, di mana biasanya mereka bekerja untuk orang-orang miskin dan terpinggirkan.
Setiap tahun dari bulan April sampai Desember, terhimpun sekitar 30 pemimpin untuk mengambil bagian dalam Rural Leaders Training Program. Pelatihan ini berfokus pada pertanian berkelanjutan yang terintegrasi melalui teknik pertanian organik, membangun komunitas, serta kepemimpinan. Proses yang dijalankan berbasis masyarakat dan praktik secara langsung di semua area. Jantung dari program ini adalah konsep 'Foodlife' - istilah yang dirancang untuk mengakui dan menghargai interdependensi antara hidup dan makanan yang menopang kehidupan semua.
Setelah program pelatihan selesai, peserta kembali ke desa dan masyarakat asalnya untuk bekerja berdampingan dengan komunitasnya, menyampaikan pembelajaran, dan meningkatkan pembangunan dari dalam. Sampai saat ini, IRA telah melatih sekitar 1.130 pemimpin pedesaan dari 51 negara di Asia, Afrika, dan Pasifik.
World Vision International (WVI) adalah sebuah kemitraan internasional Kristen, bantuan pengembangan, dan advokasi organisasi yang didedikasikan untuk bekerja dengan anak-anak, keluarga dan masyarakat dalam upaya mengatasi kemiskinan dan ketidakadilan.
Terinspirasi oleh nilai-nilai Kristen, organisasi ini berdedikasi untuk bekerja dengan orang-orang yang paling rentan di dunia. Kami melayani semua orang tanpa membedakan agama, etnis ras, atau gender.
Church World Service (CWS) adalah sebuah organisasi kemanusiaan nirlaba yang memprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang paling rentan, tanpa memandang agama, ras, etnis, atau gender. Bersama dengan organisasi lokal, kami bekerja di daerah perkotaan dan pedesaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan membantu mengatasi akar penyebab kemiskinan serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana alam atau akibat perbuatan manusia.
CWS didirikan pada tahun 1946 dan telah beroperasi di Indonesia sejak 1960-an. Kami bekerja dalam kemitraan dengan Departemen Sosial Republik Indonesia serta dengan berbagai lembaga pemerintah lokal dan regional dan organisasi non-pemerintah (LSM).
Catholic Relief Services (CRS) didirikan pada 1943 oleh Uskup Katolik Amerika Serikat untuk melayani korban Perang Dunia II di Eropa. Sejak saat itu, organisasi ini telah memperluas capaian sasaran programnya kepada lebih dari 100 juta orang di lebih dari 100 negara di lima benua.
Misi organisasi adalah untuk membantu orang miskin dan kurang beruntung di luar negeri, bekerja dalam semangat Pengajaran Sosial Katolik untuk mempromosikan kesucian kehidupan dan martabat manusia. Meskipun misinya berakar pada iman Katolik, namun dalam pelaksanaan programnya hanya didasarkan pada kebutuhan, terlepas dari ras, agama atau etnis.
Sebagai lembaga kemanusiaan internasional resmi komunitas Katolik Amerika Serikat, CRS diatur oleh Dewan Direksi terdiri dari ulama, kebanyakan dari mereka uskup, religius dan Katolik awam pria dan wanita.
Standar CRS ketat untuk menjaga efisiensi, akuntabilitas dan transparansi. Tahun lalu, lebih dari 94 persen dari pendapatan organisasi dihabiskan dalam bentuk program-program pengentasan kemiskinan.
CARE International merupakan salah satu organisasi kemanusiaan independen terbesar di dunia, yang berkomitmen untuk membantu masyarakat di negara-negara berkembang untuk memberantas kemiskinan selamanya. CARE dibentuk pada tahun 1946 sebagai bagian dari jaringan internasional yang memberikan bantuan darurat kepada masyarakat Eropa. CARE memberikan bantuan yang disebut “CARE packages” – dalam bentuk kotak-kotak karton yang berisi makanan, mainan, serta pesan yang berisi harapan dan perhatian. Sejak saat itu, CARE menjadi kekuatan yang mendorong gerakan global untuk memberantas kemiskinan dan membantu korban-korban bencana.
Saat ini, CARE bekerja bersama keluarga dan kelompok masyarakat di lebih dari 70 negara termiskin di dunia untuk memastikan bahwa mereka memiliki makanan yang cukup, air minum yang bersih, dan kemampuan untuk memiliki mata pencaharian yang baik dan terjamin bagi mereka dan keluarga. Setiap hari, pengalaman yang kami miliki – mulai dari memberi kesempatan bersekolah bagi anak-anak miskin di Zambia hingga membangun kembali rumah-rumah untuk korban tsunami di Indonesia – memperkuat dedikasi kami untuk menolong kaum yang lemah di dunia ini.
Didirikan lebih dari 70 tahun yang lalu, Plan adalah salah satu organisasi tertua dan terbesar di dunia yang fokus pada upaya-upaya pembangunan anak. Kami bekerja di 48 negara berkembang di seluruh Afrika, Asia dan Amerika untuk memromosikan hak-hak anak dan mengangkat jutaan anak keluar dari kemiskinan, dan keterbelakangan.
Plan bekerja dengan lebih dari 3.500.000 keluarga dan komunitas mereka setiap tahunnya. Plan merupakan organisasi independen, tanpa afiliasi agama, politik atau dengan pemerintah. Visi kami adalah mewujudkan sebuah dunia di mana semua anak menyadari potensi penuh mereka dalam masyarakat yang menghormati hak-hak rakyat dan martabatnya.
Oxfam International merupakan konfederasi 14 organisasi internasional yang bekerja sama di 99 negara, dengan mitra dan jaringan-jaringannya di seluruh dunia dalam menemukan solusi yang langgeng untuk kemiskinan dan ketidakadilan. Kami percaya bahwa penghormatan terhadap hak asasi manusia akan membantu orang terebut keluar dari kemiskinan.
Organisasi ini bekerja secara langsung dengan masyarakat dan berusaha untuk memastikan bahwa orang miskin dapat memperbaiki kehidupan dan mata pencaharian mereka, serta memiliki suara dalam keputusan yang mempengaruhi mereka.
MISEREOR merupakan lembaga yang secara khusus didirikan oleh Para Uskup Jerman untuk membantu perkembangan masyarakat di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. MISEREOR didirikan pada tahun 1958 sebagai kampanye melawan kelaparan dan penyakit di dunia. Kegiatan MISEREOR didanai oleh donor individu dan Pemerintah Jerman. Dalam pelaksanaan programnya MISEREOR bekerjasama dengan Katholische Zentralstelle für Entwicklungshilfe (KZE) sebagai dua lembaga legal yang secara organisasi berada di bawah satu atap.
Kegiatan MISEREOR dimaksudkan untuk secara berangsur-angsur membantu pencapaian kondisi kehidupan yang lebih adil serta memromosikan kebebasan, toleransi dan perdamaian. MISEREOR berusaha menguatkan kapasitas orang miskin dan terpinggirkan dalam mengatasi permasalahan sehari-hari, serta mendampingi mereka untuk mengembangkan kehidupan yang lebih bermartabat.
The Australian Government Overseas Aid Program (AusAID) adalah lembaga Pemerintahan Australia yang bertanggungjawab untuk mengelola program bantuan luar negeri Australia. Tujuan dari bantuan program yang dilaksanakan adalah untuk membantu negara-negara berkembang dalam setiap upaya mengurangi kemiskinan dan mencapai pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.
AusAID memberikan nasihat dan dukungan kepada Menteri dan Sekretaris Parlemen pada kebijakan pembangunan, serta merencanakan dan mengoordinasikan kegiatan penanggulangan kemiskinan dalam kemitraan dengan negara-negara berkembang.
AusAID berkantor pusat di Canberra. Saat ini AusAID telah memiliki perwakilan di 37 misi diplomatik Australia di luar negeri.
United States Agency for International Development (USAID) adalah lembaga independen pemerintah federal Amerika Serikat yang telah memiliki sejarah panjang dalam membantu orang-orang di seluruh dunia untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik, pemulihan dari bencana, serta berjuang untuk hidup di negara bebas dan demokratis.
Bantuan luar negeri AS selalu memiliki tujuan ganda untuk melanjutkan kepentingan asing Amerika, kebijakan dalam memperluas demokrasi dan pasar bebas serta meningkatkan kehidupan warga negara berkembang. USAID telah bekerja di seluruh dunia untuk mencapai tujuan tersebut.
Sejak rekonstruksi Marshall Plan reconstruction of Europe setelah Perang Dunia ke-2 dan the Truman Administration's Point Four Program di tahun 1961, USAID telah menjadi agen utama AS dalam memberikan bantuan kepada negara-negara untuk upaya pemulihan dari bencana, pengentasan kemiskinan, serta terlibat dalam reformasi demokratis.
The New Zealand Aid Programme (Ministry of Foreign Affairs and Trade) merupakan sebuah lembaga di lingkungan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru yang mengelola official development assistance (ODA) program-programnya serta memberikan saran tentang kebijakan dan pengambilan keputusan mengenai isu-isu pembangunan internasional.
Misi NZAID adalah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di negara berkembang dalam upaya mengurangi kemiskinan dan untuk berkontribusi pada dunia yang lebih aman, adil, dan makmur.
The United Nations Development Programme (UNDP) adalah sebuah organisasi advokasi untuk perubahan yang menghubungkan negara-negara anggotanya untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman dan sumber daya dalam upaya membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Misi utamanya adalah untuk menjadi agen perubahan dalam upaya memromosikan pembangunan manusia dan untuk mencapai Millenium Development Goals (MDG’s).
Di Indonesia, UNDP fokus di empat bidang prioritas: Pemerintahan yang Demokratis, Monitoring dan Advokasi MDG’s, Pencegahan Krisis dan Pemulihan, serta Lingkungan Berkelanjutan. Di samping itu, UNDP juga berkomitmen untuk memerangi HIV/AIDS dan promosi kesetaraan gender.
The United Nations Children's Fund (UNICEF) adalah sebuah organisasi yang menjadi penggerak utama dalam mengupayakan pembangunan sebuah dunia di mana hak-hak setiap anak direalisasikan. Organisasi ini memiliki otoritas global untuk mempengaruhi pembuat keputusan dan berbagai mitra di tingkat akar rumput untuk mengubah ide-ide yang paling inovatif menjadi kenyataan. Organisasi ini percaya bahwa memelihara dan merawat anak-anak merupakan landasan dari kemajuan manusia.
UNICEF telah bekerja di 190 negara melalui program-program di berbagai negara dan National Committees. UNICEF menjunjung tinggi Konvensi Hak Anak, serta bekerja untuk memastikan kesetaraan bagi mereka yang didiskriminasi, khususnya anak perempuan dan perempuan muda. Fokus dalam upaya pencapaian Millenium Development Goals (MDG’s) dan untuk kemajuan bersama sesuai dengan yang tertuang dalam Piagam PBB.
UNICEF adalah bagian dari Global Movement for Children, sebuah koalisi global yang didedikasikan untuk meningkatkan kehidupan setiap anak. Melalui gerakan ini, generasi muda didorong untuk mampu berbicara dan berpartisipasi aktif dalam setiap pengambilan keputusan yang akan berpengaruh terhadap kehidupan mereka.
Hivos adalah organisasi non-pemerintah Belanda yang berlandaskan nilai-nilai humanis. Organisasi ini berkomitmen untuk membantu masyarakat miskin dan terpinggirkan di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Program-programnya untuk perbaikan jangka panjang dari keadaan mereka dan untuk pemberdayaan perempuan pada khususnya. Dengan organisasi lokal di negara-negara berkembang, Hivos berjuang untuk dunia di mana semua warga -pria maupun wanita- memiliki akses yang sama terhadap sumber daya dan kesempatan dalam pembangunan.
Hivos adalah organisasi non-pemerintah dengan tujuan sosial yang memainkan peran publik. Hivos adalah salah satu dari empat organisasi terbesar di 'sistem co-financing' Kementerian Luar Negeri Belanda. Masyarakat umum Belanda, pemerintah Belanda, sponsor lain, mitra dan organisasi mitra di negara-negara berkembang adalah stakeholder yang paling penting dalam jaringan kerjanya.
Hivos bertujuan mengurangi kemiskinan struktural, dengan penekanan pada pembangunan masyarakat sipil dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Hivos fokus pada sembilan bidang garap, yaitu: jasa keuangan dan pengembangan usaha, produksi yang berkelanjutan, hak asasi manusia dan demokratisasi, HIV/AIDS, perempuan dan pembangunan, seni dan budaya, ICT dan media, advokasi dan komunikasi, serta program pengetahuan.
Hivos mendukung organisasi mitra lebih dari 800 di lebih dari 30 negara melalui pendanaan dan dukungan kelembagaan serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Selain itu, Hivos bekerja sama dengan sejumlah organisasi, perusahaan dan pemerintah di Belanda dan Eropa, memiliki jaringan nasional dan internasional. Hivos juga melakukan kegiatan advokasi sendiri di Belanda, seluruh Eropa dan di seluruh dunia.
Ford Foundation (ff) didirikan pada 15 Januari 1936, dengan hadiah awal $ 25.000 dari Edsel Ford, yang ayahnya Henry, mendirikan Ford Motor Company. Selama tahun-tahun awal, yayasan beroperasi di Michigan di bawah pimpinan anggota keluarga Ford. Sejak berdirinya telah berkomitmen bahwa sumber daya harus digunakan untuk tujuan ilmiah, pendidikan dan amal, melayani kesejahteraan masyarakat dengan memperkuat nilai-nilai demokratis, mengurangi kemiskinan dan ketidakadilan, memromosikan kerjasama internasional, memajukan pencapaian manusia, serta membuat yayasan hibah kepada berbagai macam organisasi.
Ford Foundation yang saat ini dipimpin oleh presiden kesembilan, Luis Ubiñas, tetap berkomitmen untuk memajukan kesejahteraan manusia. Berkantor pusat di New York City, telah memberikan hibah di seluruh 50 negara bagian melalui 10 kantor regional di seluruh dunia, serta program dukungan di lebih dari 50 negara. Selama bertahun-tahun, perwakilan-perwakilan telah ditarik dari Amerika Serikat, Amerika Latin, Afrika dan Asia dan telah membawa pengalaman dalam bisnis, pemerintahan, pendidikan tinggi, hukum, manajemen nirlaba dan sektor sipil dengan keragaman pendekatan dan kontinuitas tujuan.
The Evangelischer Entwicklungsdienst (EED) adalah sebuah asosiasi dari Gereja-gereja Protestan di Jerman. Melalui kontribusi pendanaan, keterlibatan personil, beasiswa dan jasa konsultasi EED mendukung pekerjaan pembangunan gereja, ke-Kristen-an dan organisasi-organisasi sekuler. Dalam kemitraan di seluruh dunia, EED berpartisipasi dalam membangun masyarakat yang berkeadilan. Dibutuhkan promosi dan tindakan efektif untuk membangkitkan dan meningkatkan kemauan masyarakat dalam mengatasi kebutuhan, kemiskinan, penganiayaan dan kekerasan.
Pada 2012 EED akan bergabung dalam “Bread for the World”, sebuah kampanye gereja-gereja Protestan dan gereja-gereja lainnya di Jerman yang memperjuangkan tentang keadilan bagi masyarakat miskin.
EED adalah anggota dari the ACT Alliance, sebuah koalisi global lebih dari 160 gereja dan lembaga yang terlibat dalam pengembangan, bantuan kemanusiaan dan advokasi, serta the Association of World Council of Churches related Development Organisations in Europe (APRODEV).
The Asian Development Bank (ADB) adalah lembaga keuangan pembangunan internasional yang misinya untuk membantu negara-negara berkembang yang menjadi anggota, dalam upaya mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakatnya.
Didirikan pada tahun 1966 dan saat ini berkantor pusat di Manila. ADB dimiliki dan didanai oleh 67 anggotanya, yang berasal dari 48 wilayah dan 19-nya berasal dari seluruh bagian di dunia. Mitra utama ADB adalah pemerintah, sektor swasta, organisasi nonpemerintah, lembaga pengembangan, organisasi berbasis masyarakat, dan yayasan.
World Bank (Bank Dunia) didirikan pada tahun 1944 dan saat ini berkantor pusat di Washington DC dengan 10.000 karyawan di lebih dari 100 kantor di seluruh dunia. Bank Dunia terdiri dari dua lembaga pembangunan yang dimiliki oleh 187 negara anggota, yaitu: the International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) dan the International Development Association (IDA).
Masing-masing lembaga memainkan peran yang berbeda tetapi kolaboratif dalam memajukan visi globalisasi yang inklusif dan berkesinambungan. IBRD bertujuan untuk mengurangi kemiskinan di negara-negara miskin dan menengah, sedangkan IDA berfokus pada negara-negara termiskin di dunia. Fokus programnya mencakup investasi di bidang pendidikan, kesehatan, administrasi publik, infrastruktur, pengembangan sektor keuangan dan swasta, serta pertanian dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan
Bank Dunia adalah sumber penting dalam hal bantuan keuangan dan pendampingan teknis untuk negara-negara berkembang di seluruh dunia. Misinya adalah untuk memerangi kemiskinan dengan berkelanjutan dan membantu seseorang dalam menghidupi diri sendiri dan lingkungannya, dengan menyediakan berbagai sumber daya, pengetahuan, peningkatan kapasitas dan membangun kemitraan di sektor publik dan swasta.
Canadian International Development Agency (CIDA) merupakan lembaga utama Kanada untuk bantuan pembangunan. Tujuan CIDA adalah untuk :
- Mengelola dukungan Kanada dan sumber daya secara efektif dan bertanggung jawab dalam mencapai tujuan dan hasil berkelanjutan.
- Terlibat dalam pengembangan kebijakan di Kanada dan internasional, yang memungkinkan bagi Kanada untuk mewujudkan tujuan pembangunan.
Ministry of Health (MOH) Singapore
Sebelum Perang Dunia II, Layanan Medis dikuasai oleh seorang Direktur, dengan Kepala Kesehatan Officer dan Chief Medical Officer. Sementara pelayanan kesehatan dari daerah perkotaan Singapura berada di bawah arahan Pejabat Kesehatan Kota dan Komisi Kota, Pemerintah Medis Departemen bertugas dari organisasi rumah sakit, pelabuhan dan divisi kesehatan pedesaan.
Departemen Kesehatan terbentuk ketika Singapura mencapai kemerdekaan pada tahun 1965 dengan asimilasi (Kota) Dinas Kesehatan Kota mantan ke Pemerintah Departemen Kesehatan. Departemen ditugaskan dengan tanggung jawab untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, pelayanan rumah sakit, pelayanan kesehatan dasar, layanan kesehatan gigi dan layanan dukungan. Itu adalah periode konsolidasi setelah rehabilitasi pasca-perang dan perluasan layanan medis.
Kantor pusat Departemen Kesehatan (dulu Departemen Pemerintah Medis) telah berpindah beberapa kali. Sebelum Perang Dunia II terletak di Gedung Fullerton, selama Pendudukan Jepang di Gedung Daerah (Tokubetsushi), dan setelah perang selesai dikembalikan ke Gedung Fullerton. Namun, lokasinya dipindah ke Jalan Palmer pada tahun 1955 yang sebelumnya berlokasi di Hyderabad Road (1978), dan di Cuppage Pusat (1979) setelah kebakaran terjadi di tempat Palmer Road pada tahun 1978. Akhirnya dipindah ke lokasi di gedung College of Medicine pada tahun 1987.
Deutsche Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit (GTZ) adalah sebuah organisasi federal Negara Jerman. GTZ bekerja di seluruh dunia dalam bidang kerjasama internasional untuk pembangunan berkelanjutan. Visinya adalah untuk mendukung Pemerintah Jerman dalam mencapai tujuan pembangunannya. GTZ berupaya untuk mencari solusi dalam pembangunan politik, ekonomi, ekologi dan sosial di dunia global. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.
International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) didirikan pada tahun 1985 sebagai jaringan yang bersifat terbuka dan pluralistis yang melibatkan NGOs dari Indonesia, negara-negara anggota CGI (Consultative Group for Indonesia) lainnya, dan negara2 lain yang menaruh perhatian pada Indonesia. INFID merupakan forum komunikasi NGOs Indonesia dan luar Indonesia yang menuntut diterapkannya kebijakan-kebijakan penghapusan kemiskinan struktural dan perbaikan kondisi kehidupan kaum miskin dan kelompok-kelompok masyarakat yang dirugikan dan tertindas.
INFID bertujuan melakukan usaha-usaha agar perumusan dan pelaksanaan kebijakan-kebijakan mengenai bantuan pembangunan, penanaman modal dan perdagangan, diarahkan pada kepentingan-kepentingan kaum miskin atau kelompok-kelompok yang tertindas dan berlandaskan prinsip-prinsip perdamaian dan keadilan; menciptakan kondisi yang memperkuat kehidupan demokratis dengan memperluas keterlibatan masyarakat dalam pembangunan di Indonesia. HAM seperti hak-hak sosial, ekonomi, budaya dan politik merupakan bagian penting dari pembangunan dan layak mendapat perhatian khusus.
INFID beranggotakan lebih dari 100 NGOs yang setiap dua tahun menyelenggarakan konferensi. Konferensi tersebut merupakan forum untuk membina hubungan dan mengadakan dialog dengan pihak pemerintah, lembaga-lembaga pembangunan multilateral, serta lembaga-lembaga pembangunan lainnya. Sekretariat INFID mendapatkan mandat dari konferensi. Steering Committee dari masing2 negara merupakan lembaga perwakilan tetap dari INFID.
Christian Aid adalah organisasi Kristen internasional yang mendorong dunia untuk dapat dan harus cepat berubah di mana setiap orang dapat menjalani kehidupan yang bebas dari kemiskinan. Organisasi ini menyediakan bantuan mendesak, praktis dan efektif di mana fokus terbesarnya untuk menanggulangi dampak kemiskinan serta akar penyebabnya.
Organisasi ini bekerja secara global untuk perubahan besar yang mempersempit penyebab kemiskinan, berjuang untuk mencapai kesetaraan, martabat dan kebebasan untuk semua, tanpa membeda-bedakan apapun agama atau kebangsaannya. Organisasi ini merupakan bagian dari gerakan yang lebih luas bagi keadilan sosial.
ChildFund Internasional terinspirasi dan didorong oleh potensi yang melekat pada semua anak, potensi tidak hanya untuk bertahan hidup tetapi untuk berkembang, untuk menjadi pemimpin yang membawa perubahan positif bagi orang-orang di sekitar mereka.
ChildFund bekerja di 31 negara, membantu sekitar 15,2 juta anak-anak dan anggota keluarga mereka, terlepas dari ras, keyakinan atau jenis kelamin. Pendekatan khas kami berfokus pada bekerja dengan anak-anak sepanjang perjalanan mereka dari lahir sampai dewasa muda, serta dengan keluarga, organisasi lokal dan masyarakat global untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak di seluruh penjuru dunia.
Sebagai upaya untuk meningkatkan mata pencaharian dan kesejahteraan bangsa-bangsa Asia Tenggara, Pimpinan Asosiasi Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sepakat untuk membentuk ASEAN Foundation pada tanggal 15 Desember 1997 di Kuala Lumpur pada Peringatan HUT ASEAN ke-30. Tujuan utama adalah untuk membantu pemerataan kesejahteraan dan masa depan yang berkelanjutan di semua negara ASEAN yang terdiri dari Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Viet Nam.
Pada hari yang sama, para pemimpin ASEAN menegaskan kembali komitmen mereka untuk tujuan ini dengan Visi ASEAN 2020 yang menetapkan "ASEAN sebagai wadah negara Asia Tenggara untuk hidup dalam damai, outward looking, stabilitas dan kemakmuran, terikat bersama dalam kemitraan pembangunan yang dinamis dan dalam sebuah komunitas masyarakat peduli ... serta masyarakat sadar sejarah, sadar akan warisan budaya dan terikat oleh sebuah identitas regional umum." Visi ASEAN 2020 juga menetapkan untuk "menggunakan Yayasan ASEAN sebagai salah satu instrumen dalam mengatasi isu-isu kemiskinan, pemerataan pembangunan, serta kesenjangan sosial-ekonomi."
ICCO is an inter church organisation for development cooperation, sebuah organisasi antar gereja untuk kerjasama pembangunan. Organisasi ini bekerja di 53 negara di Afrika, Asia, Amerika Latin dan Eropa Timur dengan memberikan dukungan pendanaan dan masukan-masukan kepada organisasi lokal dan jaringan yang bekerja untuk akses yang lebih baik untuk fasilitas dasar, memulai pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, serta meningkatkan perdamaian dan demokrasi.
Menjalin kerja sama erat dengan organisasi-organisasi masyarakat sipil, termasuk organisasi-organisasi pembangunan, organisasi pendidikan dan bisnis. Dengan cara inilah, berusaha secara optimal untuk memperbaiki kondisi hidup masyarakat di Amerika Latin, Asia, Afrika dan Eropa Timur dan membantu mereka untuk mandiri secara ekonomi.
Belum ada artikel




