Manajemen Konflik dan Pembangunan Perdamaian
Konflik tidak dapat dilepaskan dari sejarah peradaban manusia. Dari sejarah yang dilalui manusia, tidak pernah dijumpai suatu era yang bebas konflik. Konflik mempunyai dampak yang sangat luar biasa. Konflik dapat membawa suatu peradaban manusia menjadi peradaban yang tidak manusiawi yang di dalamnya akan saling memangsa, tidak ada toleransi/perasaan dan membawa kehidupan masing-masing individu bersifat liar dan hanya mengandalkan insting semata serta menafikan intelektual dan spiritual. Pada pertumbuhan dan perkembangan konflik lainnya justru konflik dapat melahirkan spirit kemajuan, persatuan dan kesatuan, dan peningkatan hubungan transedental kepada yang Maha Kuasa.
Indonesia merupakan bangsa yang multikultur di mana gejala-gejala sosial yang tidak sehat telah banyak muncul di kawasan ini. Relasi sosial antar suku, golongan dan agama semakin lama semakin renggang. Melihat keadaan tersebut, YIS aktif dalam melakukan penelitian-penelitian sosial yang hasilnya dikembangkan menjadi program-program manajemen konflik.
Salah satu program yang sudah dilakukan adalah program manajemen konflik dan pendidikan perdamaian di tiga daerah yaitu Kaupaten Konawe Propinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Propinsi Sulawesi Tenggara dan Kabupaten/Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa di tiga lokasi tersebut mempunyai potensi konflik yang disebabkan oleh intensitas interaksi budaya, ekonomi, agama, etnis dan masyarakat yang cukup tinggi, serta adanya proses marginalisasi kelompok masyarakat tertentu.
Dalam pelaksanaan program manajemen konflik dan pendidikan perdamaian ini YIS bekerjasama dengan kelompok-kelompok masyarakat, forum-rorum masyarakat, lembaga pendidikan maupun LSM lokal.
Belum ada artikel




