Program Pengembangan Masyarakat
PROGRAM KESEHATAN BERBASIS MASYARAKAT
Sejak awal berdirinya, YIS telah menjadikan program kesehatan masyarakat dan perbaikan gizi sebagai pintu masuk dalam upayanya memberdayakan masyarakat. Dewasa ini program dirancang dengan mendayagunakan lembaga lokal, misalnya Tim Kesehatan Desa, Posyandu, dan Puskesmas untuk mampu mengenali permasalahan terkait dengan kesehatan masyarakat dan mampu mencari cara penyelesaiannya. YIS pernah dan sedang melakukan program ini di daerah Banjarnegara, Boyolali, Surakarta (Jateng), dan Polewali Mandar (Sulbar).
PROGRAM PENGEMBANGAN EKONOMI RAKYAT
Program ini bertujuan untuk membantu kelompok masyarakat golongan ekonomi lemah yang biasanya tidak memiliki akses yang cukup terhadap pelayanan publik dan jasa perbankan. Pendekatan dilakukan dengan pendayagunaan kelompok (KSM - kelompok swadaya masyarakat), dengan kegiatan berupa peningkatan pengetahuan dan ketrampilan usaha, termasuk jaringan pemasaran serta fasilitas pinjaman modal kerja. Program dilakukan di eks Karesidenan Surakarta.
PROGRAM PENGUATAN INSTITUSI LOKAL
Penguatan institusi lokal - sempat cukup terkenal dengan nama Program Pengembangan LSM - bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajerial organisasi dan program pengembangan masyarakat pada lembaga-lembaga di berbagai daerah yang dipandang memiliki komitmen kuat dalam pelayanan masyarakat melalui bantuan pembenahan manajemen dan stumulan sub-project fund. YIS sudah mendampingi sekitar 75 LSM lokal di berbagai wilayah di Indonesia. Lembaga (LSM) mitra yang pernah didampingi di antaranya Pelpem GKPS Siantar, YPD Palembang, YSKM Pontianak, YKM Tenggarong, YPPSE Banjarnegara, TP4MB Surakarta, YKP Surakarta, YLWD Surabaya, Yayasan Haumeni So’e NTT, LIPKEM Makasar, YTS Toraja, YDPM Mamasa, Yayasan PEKA Menado, Yayasan Siwa Lima Maluku, YBMD Tual, Y Mulia Wamena, PKBI Jayapura, dan BPSE-YSA Merauke.
PROGRAM PERTANIAN BERWAWASAN LINGKUNGAN
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat tani dengan mengurangi ketergantungan pada pupuk dan obat-obatan an-organik. Selain itu program juga mengarahkan kelompok dampingan untuk melakukan diversifikasi usaha berdasar potensi lokal yang ada di daerah pedesaan misalnya pengembangan sektor peternakan, perikanan, penyediaan pupuk dan pestisida organik secara mandiri, dan pengolahan hasil pertanian. Program ini masih dalam tahap awal, dan dikembangkan di daerah Klaten dan Karanganyar (Jateng).
PROGRAM MANAJEMEN KONFLIK DAN PENDIDIKAN PERDAMAIAN
Penelitian YIS di tiga daerah yakni Konawe Sulawesi Tenggara, Polewali Mandar Sulawesi Barat, dan Kupang Nusa Tenggara Timur menyimpulkan heterogenitas tidak dipahami sebagai komunitas bersama yang beragam, namun sebagai sebuah arena persaingan perebutan asset daerah yang berakibat munculnya ketegangan antar kelompok dan marjinalisasi kelompok masyarakat tertentu. Hal ini yang mendorong YIS mengembangakan program Manajemen Konflik dan Pembangunan Perdamaian di ketiga daerah tersebut.
PROGRAM PELATIHAN MANAJEMEN PENGEMBANGAN MASYARAKAT
YIS menyadari bahwa sumberdaya manusia yang berkualitas merupakan asset utama pembangunan. Sejak awal pendiriannya YIS secara regular menyelenggarakan berbagai jenis pelatihan yang ditujukan untuk mitra kerja serta lembaga-lembaga lain yang memiliki program PM. Pelatihan yang dilakukan di antaranya Pelatihan Manajemen Pengembangan Swadaya Masyarakat, Perencanaan Proyek, Manajemen Organisasi Nirlaba, Manajemen Kredit Mikro, Pelatihan Pelatih (ToT), Pelatihan Monitoring dan Evaluasi Partisipatif, dan pelatihan lain terkait dengan aktivitas LSM.




